
Berau – Upaya menjaga keberlanjutan dan daya saing Kakao Berau di pasar internasional kini mendapat energi baru. Melalui proses regenerasi kepengurusan, Syahran resmi ditunjuk sebagai Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kakao Berau yang baru.
Pergantian ini dilakukan menyusul pengunduran diri Ketua sebelumnya, Sumaryono. Untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Timur bersama Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur dan Dinas Perkebunan Kabupaten Berau menggelar rapat pergantian ketua pada Rabu, 22 April 2026, di Kantor Dinas Perkebunan Kabupaten Berau.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kanwil Kementerian Hukum Kaltim, Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur, serta jajaran Dinas Perkebunan Kabupaten Berau dan pengurus MPIG Kakao Berau. Kehadiran lintas instansi ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan kelembagaan Indikasi Geografis (IG) Kakao Berau.
Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Berau, Mansyur Tanza, yang memimpin jalannya rapat, menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan perlu segera dilakukan agar roda organisasi tetap berjalan optimal.
“Pengunduran diri ketua sebelumnya harus segera ditindaklanjuti agar tidak terjadi kekosongan jabatan, sehingga pengelolaan Indikasi Geografis Kakao Berau tetap berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, dua nama diusulkan sebagai calon ketua, yakni Muhammad Khodim dan Syahran. Melalui musyawarah mufakat, peserta rapat sepakat menunjuk Syahran sebagai ketua baru MPIG Kakao Berau.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan membawa semangat baru dalam meningkatkan kinerja organisasi, khususnya dalam menjaga kualitas, karakteristik, serta reputasi Kakao Berau sebagai produk unggulan daerah.
Perwakilan Kanwil Kementerian Hukum Kaltim, Rima Kumari, menekankan pentingnya peran MPIG sebagai garda terdepan dalam perlindungan Indikasi Geografis. Menurutnya, Kakao Berau telah menembus pasar internasional, termasuk ke Eropa dan Asia seperti Belanda, Prancis, Amerika Serikat, Italia, Swiss, dan Jepang.
“Peran MPIG sangat strategis dalam menjaga mutu dan reputasi produk. Dukungan pemerintah daerah juga sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing Kakao Berau di pasar global,” jelasnya.
Selain penetapan ketua baru, rapat juga membahas rencana penataan ulang kepengurusan, terutama bagi anggota yang sudah tidak aktif atau tidak lagi berdomisili di Berau. Perubahan tersebut nantinya akan ditetapkan melalui Keputusan Bupati Berau.
Dengan kepengurusan yang baru, MPIG Kakao Berau diharapkan mampu menjalankan fungsi perlindungan Indikasi Geografis secara optimal sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani kakao di Kabupaten Berau.



