
Tenggarong, Rabu (28/01/2026) – Dalam upaya memperkuat perlindungan hukum terhadap produk-produk kreatif daerah, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Timur melalui Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual (KI) terus menggencarkan kegiatan edukasi, pemantauan, dan pengawasan di outlet-outlet Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini menyasar tiga outlet binaan Dekranasda, yakni Ave Dayak Souvenir, Waawa Etnika, dan Bymer Collection.
Kegiatan yang merupakan agenda rutin ini dilaksanakan atas arahan Kepala Kanwil Kemenkum Kaltim, Muhammad Ikmal Idrus, yang menugaskan Analis KI Ahli Muda Favourita Sirait melalui Kepala Bidang Pelayanan KI Donny Anggoro, bersama Tim Pelayanan KI.
Kunjungan diawali dari Outlet Ave Dayak Souvenir, di mana tim memberikan edukasi langsung kepada pengelola dan tenant terkait pentingnya perlindungan hukum atas merek dan produk yang dihasilkan. Tim menekankan bahwa pendaftaran merek bukan hanya melindungi karya dari potensi pelanggaran, tetapi juga meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk lokal.
Selanjutnya, tim melakukan monitoring dan pendampingan di sejumlah tenant lainnya. Dari hasil pemantauan, masih ditemukan beberapa merek yang belum terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Tim pun mendorong para pelaku usaha untuk segera mendaftarkan mereknya guna memperoleh perlindungan hukum yang sah dan berkelanjutan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan ke Outlet Waawa Etnika dan Bymer Collection. Selain memastikan pencantuman merek pada produk, tim juga menyarankan agar outlet binaan Dekranasda tidak hanya mendaftarkan merek dagang, tetapi juga merek jasa, sebagai langkah strategis untuk memperkuat identitas usaha sekaligus mendukung promosi produk.
Kanwil Kemenkum Kaltim berharap kesadaran pelaku usaha dan masyarakat terhadap pentingnya Kekayaan Intelektual semakin meningkat. Perlindungan KI dinilai menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah, sehingga produk-produk lokal Kalimantan Timur mampu berkembang dan dikenal hingga kancah nasional bahkan internasional.



